VERB -ING


“KATA KERJA BENTUK –ING”

A verb with +ING (ING form) has some different functions.
1.        Have meaning “SEDANG” together with auxiliary verb of “TO BE”. This form as a continuous tense.
Example:
-          You are studying English now.
-          Mother is cooking in the kitchen.

2.        As a “NOUN” which have function as “SUBYEK” in sentences.
Example:
-          Swimming is one of my hobbies.
-          The testing continous for hours.

3.        As a “NOUN” which have function as “OBYEK” in sentences.
Example:
-          Father likes smoking very much.
-          The workers must stop the digging.

4.        After preposition, have function as a “NOUN” in “PREPOSITON GROUP”. This means that in a sentences, ing form such as a preposition group.
Example:
-          My brother is very much interested in engineering.
-          Bambang Oetoro is famous for his batik paintings.

5.        Have function as “KATA KEADAAN”, explains the noun.
Example:
-          There is a reading book and a writing paper on the writing table in the sitting room.
-          One who drives a car must have a driving licence and obey the existing regulations.

6.        For beginning a additional cluster.
Example:
-          Driving along the road, we saw an accident happen in front of us.
-          While cooking the meal, mother listened to the radio.

PRACTICE!
1.        Learning a foreign language needs interest, patience and constants practice.
2.        You shoud finish reading it before he comes.
3.        In writing this thesis, I have got much assistance from them.
4.        Seeing the police, the thief ran away.
5.        They are smoking filtered cigarettes.

Pembahasan Soal-soal Arus Listrik



1.        A dan B pada gambar berikut merupakan bola bermuatan listrik yang dihubungkan melalui suatu kawat penghantar. Tentukan:
a.       bola manakah yang memiliki potensial lebih tinggi?
b.      arah aliran elektron,
c.       arah arus listrik.

Jawab:
a.       A memiliki listrik +4, B memiliki muatan listrik +2. Ini berarti, potensial A lebih tinggi daripada potensial B.
b.      Elektron mengalir dari potensial rendah (B) menuju ke potensial tinggi (A).
c.       Arah arus listrik adalah dari potensial tinggi (A) ke potensial rendah (B).
                                          arah arus listrik



 
                                       arah aliran elektron
Jadi, arah arus listrik berlawanan dengan arah aliran elektron.

2.        Pada penampang sebuah konduktor mengalir muatan sebesar 0,5 C dalam waktu 2 ms. Tentukan besarnya kuat arus listrik yang melintasi kawat tersebut!

Jawab:
Diketahui: ∆Q = 0,5 C dan ∆t = 2 ms = 2 x 10-3 s
Ditanya: I……..!
Maka,
Jadi, kuat arus listrik yang melintasi kawat tersebut adalah 250 A.

3.        Tentukan jumlah elektron (e = -1,6 x 10-19 C) yang melilntasi penampang kawat penghantar selama satu jam apabila kawat tersebut dialiri arus listrik sebesar 0,8 A?

Jawab:
Diketahui: I = 0,8 A dan t = 1 jam = 3.600 s
Ditanya: n………!
Jumlah elektron yang melintas (n) sama dengan jumlah muatan yang mengalir (q) dibagi dengan besarnya muatan elektron.
Jadi, jumlah elektron yang melintasi penampang kawat penghantar adalah  elektron.

4.        Arus listrik 150 mA mengalir pada suatu kawat penghantar. Jika beda potensial ujung-ujung kawat 30 V, tentukan hambatan listrik kawat tersebut!

Jawab:
Diketahui: I = 150 mA =  A = 0,15 A
                   V = 30 V
Ditanya: R………!
Maka,
Jadi, hambatan listrik kawat tersebut adalah 200

5.        Berapakah kuat arus listrik yang mengalir melalui seutas kawat dengan hambatan 0,9 W jika ujung-ujungnya diberi beda potensial 1,8 kV?

Jawab:
Diketahui: R = 0,9 W
                   V = 1,8 kV = 1.800 V
Ditanya: I………!
Maka,
Jadi, kuat arus listrik yang mengalir adalah .


6.        Untuk membuat elemen pamanas listrik 2kW yang berhambatan 60 W digunakan kawat yang memiliki hambatan jenis 2 x 10-6 Wm dan luas penampang 5 x 10-7 m2. Tentukan panjang kawat yang dibutuhkan!

Jawab:
Diketahui:  R = 60 W;   A = 5 x 10-7 m2                                                  
                   r = 2 x 10-6 Wm
Ditanya: l…………!
Maka,
Jadi, panjang kawat yang dibutuhkan adalah

7.        Dua kawat terbuat dari bahan yang sama. Panjang kawat kedua dua kali panjang kawat pertama, sedangkan diameternya setengah kali diameter kawat pertama. Jika hambatan kawat pertama adalah 10 ohm, tentukan hambatan kawat kedua!

Jawab:
Diketahui: l2 = 2l1;   d2 =  d1  dan R1 = 10 W
Ditanya: R2…………..!
Maka,
Jadi, hambatan kawat kedua adalah 80 ohm.

8.        Diketahui hambatan jenis kedua suatu logam pada temperatur 25oC adalah 2,0 x 10-6 Wm dengan koefisien temperatur 0,004oC-1. Hambatan jenis logam tersebut pada temperatur T2 adalah 2,6 x 10-6 Wm. Tentukan T2!

Jawab:
Diketahui:  = 2,6 x 10-6 Wm                    a = 0,004oC-1
                   ro = 2,0 x 10-6 Wm                    T2 = 25oC
Ditanya: T2……………!
Maka,
2,6 x 10-6 Wm = 2,0 x 10-6 Wm (1 + (0,004oC-1))
                 1,3 = 1 + (0,004oC-1)
                 75oC
Sehingga,
 = T2T1 = 75oC
    T225oC  = 75oC
                 T2 = 100oC
Jadi, T2 adalah 100oC.

Download File (.docx)

Datos personales

Foto Saya
Novika Ratna Nuriani
unpredictable....
Lihat profil lengkapku

Followers

Entri Populer

Cari Blog Ini

Pages